IMG 6936       Seminar strategi pengembangan potensi sumber daya unggulan daerh melalui destination branding Kabupaten Karangasem yang di laksanakan pada hari senin Tanggal 12 Juni 2017 

Salah satu fungsi kelitbangan daerah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan di Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan adalah menyusun kebijakan teknis, rencana, dan program kelitbangan pemerintahan kabupaten/kota, melaksanakan fasilitasi dan melakukan inovasi daerah serta  beberapa fungsi lainnya.

Sebagaimana diketahui Kabupaten Karangasem terdiri dari 8 Kecamatan, 75 desa, 3 kelurahan, dengan luas 839,54 km², terbagai dalam 8 wilayah administratif kecamatan memiliki potensi yang sangat besar, baik potensi sumber daya alam maupun potensi adat dan budaya.

Seminar yang kita laksanakan pada hari ini, merupakan salah satu dari kegiatan penelitian dan pengembangan dalam rangkaian kegiatan Strategi Pengembangan Potensi Sumberdaya Unggulan Daerah.

Potensi fisik perwilayahan antara lain berupa daerah pegunungan sampai daerah pesisir pantai memberi keragamanan potensi alam yang dapat dikembangkan, luas wilayah dengan ketersediaan lahan-lahan memberi peluang untuk dimanfaatkan secara optimal. Potensi non-fisik berupa sistem religi, sosial dan kegiatan budaya masyarakat yang beragam adalah potensi besar bagi Karangasem untuk dikembangkan sebagai sebuah atraksi kearifan lokal. Inilah jati diri kita yang harus kita gaungkan. Demikian juga halnya jati diri masing-masing wilayah kecamatan perlu dibangun dan diperkuat

Potensi yang demikian besar memberi peluang untuk dikembangkan dalam rangka pelestarian potensi alam, penguatan aspek sosial-budaya dan manfaat ekonomi yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berujung pada meningkatnya kualitas hidup.

Dari enam Pura Sad Kahyangan yang ada di Bali, tiga pura keberadaannya berada di Kabupaten Karangasem yaitu Pura Besakih, Pura Lempuyang dan Pura Andakasa, juga kita memiliki Gunung terbesar di Bali yaitu Gunung Agung sebagai hulunya Pulau Bali hal ini memberikan energi tersendiri bagi Kabupaten Karangasem khususnya dan Bali Umumnya.

Disamping potensi sosial budaya yang kita miliki, potensi alam lainnya yang dapat menggerakan ekonomi tidak kalah pentingya seperti potensi pariwisata, potensi pertanian dalam arti luas, potensi mineral bukan logam (Galian C), potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Secara rincin potensi per kecamatan seperti :

  1. Dikecamatan Rendang dengan potenis Bunga Kasna dan Bunga Mitir
  2. Dikecamatan Selat dengan potensi Batu Tabas.
  3. Dikecamatan Sidemen dengan potensi Kain endek dan tenun ikat
  4. Dikecamatan Bebandem dengan potensi buah Salak
  5. Dikecamatan Manggis dengan potensi Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Tanah Ampo
  6. Dikecamatan Kubu dengan potensi buah mete
  7. Dikecamatan Abang dengan potensi Tirta Gangga dan potensi bawah lautnya
  8. Dikecamatan Karangasem dengan potensi Puri Karangasem dan Taman Ujung

Melalui kajian ini diharapkan dapat memetakan potensi daerah Kabupaten Karangasem dari segi kewilayahan, segi kondisi internal dan eksternal, kondisi stakeholder, pesaing dan pelanggan, kondisi isu dan tren serta kondisi  gagasan pengembangan potensi destinasi.

Perlu kami sampaikan pada kesempatan ini, bahwa Kabupaten Karangasem dalam dua tahun berturut turut mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, sehingga menjadi salah satu indikator pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah sudah berjalan dengan baik. Disamping juga menurunnya angka memiskinan di Kabupaten Karangasem pada tahun 2015 sebesar 30.330 jiwa (7,44 persen) menjadi 27.120 jiwa (6,61 persen) pada tahun 2016, dan Meningkatnya Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karangasem dari 64,68 pada tahun 2015 menjadi 65,23 pada tahun 2016.

Map

Sosial Media

Login